Sitemap

3

Agen Rahasia Rusia yang Menyusup ke Amerika Berhasil Ditangkap!!

ILLIYAN Sabtu, 03 Juli 2010 ,
http://www.scottbieser.com/images/fearless_FBI_700.jpgBiro Penyelidik Federal (FBI) menahan sepuluh orang yang dicurigai sebagai agen untuk dinas rahasia Rusia, SVR. Selama bertahun-tahun, mereka diduga berupaya menyusup ke kalangan pembuat kebijakan pemerintah Amerika Serikat (AS).
Mereka sudah dihadirkan di pengadilan federal di kawasan Manhattan, New York, Senin 29 Juni 2010. Menurut sejumlah dokumen pengadilan, FBI mendapat sebuah pesan dari markas SVR, Moscow Center, kepada dua tersangka. Isinya berupa penjelasan misi mereka untuk “mencari dan membangun hubungan dengan kalangan pembuat kebijakan di AS.”

Pesan yang berhasil dipantau aparat berwenang di AS itu menunjukkan bahwa para agen diminta untuk mempelajari sejumlah topik, diantaranya mengenai isu senjata nuklir, posisi kendali senjata AS, Iran, gosip-gosip di Gedung Putih dan pergantian pimpinan Dinas Intelijen CIA. Para agen juga diminta mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan pemilihan presiden yang baru lalu, isu di Kongres dan partai-partai politik.

Setelah penyelidikan sekian lama, Departemen Kehakiman AS Senin lalu memerintahkan penahanan atas sepuluh orang, yang dicurigai terlibat dalam jaringan spionase. Kasus ini bisa jadi sama hebohnya dengan penangkapan seorang perwira militer Amerika yang ditahan pada 1957 karena menjadi mata-mata untuk Uni Soviet, yaitu Kolonel Rudolf Abel.

Dokumen pengadilan tidak menyebutkan bagaimana para tersangka itu bisa ditangkap. Namun, menurut kalangan media di AS, para agen itu terkenal lihai dan licin, sulit untuk dideteksi secara cepat. Ada diantara mereka yang hidup berpasangan.

Para agen itu menyusup ke sejumlah profesi sipil – diantaranya menjadi seorang reporter, editor, dan kolumnis untuk sebuah koran berbahasa Spanyol di New York. Mereka bukanlah agen resmi yang bekerja di kantor kedutaan atau atase militer asing.

Dokumen pengadilan menjabarkan suatu sistem komunikasi yang digunakan para tersangka. Diantaranya, perangkat komputer laptop, transmitor radio, dan microfilm. Mereka pun menggunakan tinta yang sulit terbaca untuk menyampaikan pesan kepada Moscow Center.

FBI pun taktik yang tak lihai untuk menjerat mereka. Pada Sabtu akhir pekan lalu, seorang agen FBI yang menyamar di New York dan satu lagi di Washington mengaku sebagai intel Rusia.

Mereka bertemu dengan dua tersangka, Anna Chapman di suatu restoran di New York dan Mikhail Semenko di suatu sudut jalan tak jauh dari Gedung Putih. Petugas FBI yang menyamar sebagai intel lalu memberi instruksi kepada dua tersangka itu untuk mengantar suatu paket.

Menurut dokumen pengadilan, Semenko mengantar paket sesuai instruksi, namun Chapman tidak melakukan hal serupa. Berkat kelengahan dua orang itu, FBI akhirnya berhasil menciduk delapan tersangka lain.

Di pengadilan, mereka dituduh melakukan kegiatan mata-mata untuk Rusia di wilayah AS. Sebenarnya masih ada satu tersangka lagi, namun dia masih buron.

Ironisnya, penangkapan ini berlangsung setelah Presiden Barack Obama dan Presiden Dmitry Medvedev dari Rusia bertemu pekan lalu. Mereka berdua sepakat untuk “menata ulang” hubungan AS dan Rusia. (Associated Press)

3 komentar para sahabat:

Damar mengatakan...

Wah0wah,wah....perjalanan ceritanya kok kaya film yah . . . menegangkan #^^

mas doyok mengatakan...

wah masih ada jebulnya luka lama ini

agen sbobet mengatakan...

hebat kerjaan intel

Poskan Komentar

Saya akan selalu menerima komentar, kritik, dan saran anda, jika anda berkomentar tampa PORN serta SPAM dan jangan pernah meninggalkan link pada kotak komentar.
Terimakasih atas partisipasi anda.
Jangan Lupa Follow Blog ini!!!

Entri Populer

 
Copyright 2010 InformanZ