Sitemap

0

Lagu Buat Sri Mulyani

ILLIYAN Kamis, 13 Mei 2010 , ,
KECINTAAN publik Tanah Air kepada Sri Mulyani sungguh luar biasa. Sebuah lagu khusus pun disusun untuk melepas kepergian mantan menteri keuangan itu ke Amerika Serikat pada 1 Juni mendatang.

Adalah para seniman jalanan di Jawa Timur yang menjadi inisiator gerakan ini. Entah siapa memulai, yang jelas sejak beberapa hari lalu, lagu berjudul Sri Minggat telah menjadi tops hits di bus-bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Jawa Timur.

Dengan berbagai gaya para pengamen melantunkan lagu yang sudah cukup merakyat itu. Hanya saja, para pengamen sedikit mengubah syair lagu Campursari ciptaan Sony Joss itu. Tujuannya tentu untuk menyindir rencana kepergian Sri Mulyani ke Amerika Serikat guna mengabdi ke Bank Dunia.

Ndang minggato Sri, ndang minggatoooo.., ndang minggato dadi buruh nang Bank Dunia. Ndang minggato Sri, ndang minggatoooo, ndang minggato nggowo mlayu duwik Century.

(Cepat pergi Sri, cepat pergi, cepat pergi jadi buruh di Bank Dunia, cepat pergi Sri, cepat pergi bawa lari uang Century),” demikian syair lagu yang didendangkan para pengamen jalanan.

Sementara syair aslinya berbunyi,”Ndhang balio Sri, ndhang balio, Aku lara mikir kowe ana ning endhi, Ndhang balio Sri, ndhang balio, Tega temen kowe minggat ninggalke aku. Yen pancene Sri, kowe iling aku, Ndhang balio, aku kangen setangah mati.”

(Cepat kembali Sri, aku sakit memikirkan kamu ada di mana. Cepat kembali Sri, tega banget kau pergi tinggalkan aku. Kalau memang kau masih ingat aku, cepat kembali, aku kangen setengah mati).

Bentuk sindiran terhadap rencana kepergian Sri Mulyani juga diabadikan publik di Tanah Air dengan plesetan judul film yang baru saja tayang. Judul film Menculik Miyabi diubah menjadi Menculik Mulyani, lengkap dengan gambar foto Sri Mulyani menggantikan foto Miyabi dicover film.

Serupa tapi tak sama, publik secara spontanitas juga berkreasi saat kasus mafia pajak dengan tersangka Gayus Tambunan menyeruak. Para kondektur bus metromini kompak mengganti sebutan kantor pajak di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, dengan sebutan “Gayus, Gayus”.

Entah apa maksud dibalik kreasi para rakyat jelata di atas. Yang jelas mereka menyajikan hiburan yang cukup menarik. Dan tentu saja, sekaligus menyindir prilaku para elit yang terus berkonflik.

Lagu Sri Minggat sejatinya menceritakan kisah seorang lelaki yang ditinggal pergi kekasihnya. Dia lantas sedih dan meratap, mengapa Sri, kekasihnya, tega meninggalkannya. Dia tak tahu di mana Sri sekarang dan hanya bisa melampiaskan rindunya dengan menyanyi.

Bagi orang Jawa, Sri bukan sekadar nama wanita. Sri adalah kultur, seperti yang termaktub dalam mitos Dewi Sri, dewi kesuburan, ibu petani Jawa. Tak seperti dewi lain yang lahir dalam kemuliaan, Sri lahir dari kemiskinan dan kesedihan.

Sri Mulyani memang bukanlah Dewi Sri. Namun, dalam praksisnya, publik di Tanah Air sempat kesengsem melihat performa Sri Mulyani saat menjabat sebagai Menteri Keuangan. Dengan tubuh jelita, otak cemerlang, dan tegas mengambil keputusan, penampilan Sri mampu memesona rakyat Indonesia.

Dia sempat membuat Aburizal kelimpungan karena memerintahkan jajarannya mengusut tuntas skandal pengemplang pajak. Di dunia internasional pun Sri berhasil menyakinkan kelompok G-20. Tak heran bila akhirnya Sri direkomendasikan menjadi salah sat pengurus teras Bank Dunia.

Hanya saja, momentum kepergian Sri begitu dilematis dan memunculkan berbagai spekulasi, karena berbarengan dengan pengusutan skandal Bank Century senilai Rp6,7 triliun, yang diduga melibatkannya. Publik pun semakin penasaran, ada apa dibalik semua ini.

Lantas apakah akan ada respons langsung dari Sri Mulyani sebelum pergi ke negri Paman Sam, persis seperti lagu Sri Minggat yang ada versi balasannya.


”Mas, sepurane wae, aku lunga, ora pamit kowe, pamitku ning pasar, arep tuku trasi, nanging nyatane, kowe tak apusi. Mas, sepurane wae, aku minggat, ora pamit kowe, 10 tahun, urip karo kowe, Ora bisa, nyenengke atiku.”

“Mas, maaf aku pergi tanpa izin. Pamitku cuma pergi ke pasar untuk beli trasi, tapi faktanya kamu aku bohongi. Mas, maaf aku telah pergi tanpa pamit. 10 tahun hidup bersamamu, hidupku tak bahagia.”

0 komentar para sahabat:

Poskan Komentar

Saya akan selalu menerima komentar, kritik, dan saran anda, jika anda berkomentar tampa PORN serta SPAM dan jangan pernah meninggalkan link pada kotak komentar.
Terimakasih atas partisipasi anda.
Jangan Lupa Follow Blog ini!!!

Entri Populer

 
Copyright 2010 InformanZ