Sitemap

2

Malaysia Ubah Bengawan Solo ke "Main Cello"

ILLIYAN Jumat, 21 Mei 2010 ,
Penjiplakan oleh negeri jiran pada tahun 1960 baru selesai setelah Bung Karno turun tangan
Lagu-lagu ciptaan Gesang Martohartono tak hanya populer di tanah air, tapi juga telah mendunia.

Untuk menghindari klaim negara lain, seluruh lagu ciptaan Gesang sudah dipatenkan oleh perusahaan rekaman Penerbit Musik Pertiwi (PMP) -- yang selama ini mengurus royalti dari lagu-lagu ciptaan Gesang.

Semua lagu ciptaan Gesang, yang terdiri dari 44 lagu, telah didaftarkan ke Direktorat Jendral HAKI Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Semua sertifikat paten lagu milik Gesang, sudah terbit sejak 25 September 2009.

Baru-baru ini, beberapa warga Belanda mengklaim lagu 'Bengawan Solo'. Negeri jiran, Malaysia bahkan pernah menjiplaknya.

"Tahun 1960 lalu, salah satu lagu ciptaan Gesang  yang sangat terkenal, yakni 'Bengawan Solo' pernah dijiplak oleh Malaysia dengan judul lagu 'Main Cello'."

"Irama, nada dan tempo lagu tersebut sama dengan lagu 'Bengawan Solo', hanya saja syair dan judulnya yang diubah," kata Andy Hutadjulu, General Manager PMP kepada VIVAnews di Solo, Jumat, 21 Mei 2010.

Andy mengungkapkan, polemik penjiplakan lagu karya Gesang  oleh  Malaysia baru selesai ketika Presiden Soekarno, kala itu turun tangan langsung.

Bung Karno sengaja mengundang pihak Malaysia di sebuah acara perlombaan olahraga di Senayan. "Di situ lagu Bengawan Solo dimainkan dan Gesang juga menyaksikannya langsung."

Dengan melihat itu, Malaysia baru mengakui, kalau lagu itu adalah karya Gesang, musisi Indonesia," kata Andy.

Lagu ciptaan Gesang lainnya yang berjudul 'Sapu Tangan' juga nyaris diklaim oleh Malaysia, untuk dijadikan lagu kebangsaan.

"Tetapi yang jadi ditiru sebagai lagu kebangsaan Malaysia akhirnya, lagu 'Terang Bulan'," katanya.

Setelah paten, diharapkan tak akan ada lagi klaim lagu-lagu Gesang.
Semua lagu itu sudah bersertifikat hak paten sebagai karya Gesang. Jadi secara hukum sudah diakui. "Jika ada pihak-pihak yang mengaku bahwa lagu Gesang itu merupakaan ciptaannya sudah tidak bisa, karena itu melanggar hukum," ujar Andy.

Hingga saat ini, PMP sudah mengelola sebanyak 3.000 judul lagu dari sekitar 92 musisi. Lagu-lagu yang dikelola di bawah label PMP, di antaranya, lagu Bagimu Negeri karya Kusbini, Yen Ing Tawang Ana Lintang karya almarhum Andjar Any, Ampar-Ampar Pisang karya Hamiedhan A.C. dan lagu-lagu lain dari musisi Indonesia.

Sebelum meninggal, Gesang baru saja menerima royalti dari PMP, tanggal 5 Mei 2010. Royalti yang didapatkan oleh Gesang dari bulan Juli-Desember ada sekitar Rp 21.788.852.

2 komentar para sahabat:

MagazineForum mengatakan...

woww . ..
kerennn !!!
wkwkwkw . ada ada aja nihh

Anonim mengatakan...

Malaysia gak punya malu tuh..

Poskan Komentar

Saya akan selalu menerima komentar, kritik, dan saran anda, jika anda berkomentar tampa PORN serta SPAM dan jangan pernah meninggalkan link pada kotak komentar.
Terimakasih atas partisipasi anda.
Jangan Lupa Follow Blog ini!!!

Entri Populer

 
Copyright 2010 InformanZ