Sitemap

0

Tukang Kebun Dan Perawat Kuku President Ditunjuk Sebagai Pejabat

ILLIYAN Senin, 17 Mei 2010 ,
Presiden Filipina, Gloria Arroyo, menunjuk perawat kuku (manicurist) pribadinya dan tukang kebun istana kepresidenan Malacañang untuk menduduki jabatan di dua lembaga penting milik pemerintah. Juru bicara Malacañang, Gary Olivar, membenarkan laporan tersebut, Rabu 21 April 2010.

Olivar mengatakan, adalah hak prerogatif presiden untuk menunjuk individu yang akan duduk di badan milik pemerintah. "Yang mendorong Presiden memberikan posisi tersebut adalah kebutuhan presiden untuk memiliki orang-orang biasa yang duduk di kantor-kantor pemerintah dan lembaga yang aktivitasnya berhubungan dengan kehidupan orang-orang kebanyakan," kata Olivar seperti dikutip dari laman ABS CBN.



Olivar juga menyangkal tudingan yang menyebut bahwa dua staf rumah tangga istana tersebut tidak memiliki kualifikasi untuk menduduki jabatan di pemerintahan.

Perawat kuku Arroyo, Anita Carpon, mendapat posisi di lembaga pemerintah yang mengurus pinjaman bagi puluhan juta dolar untuk keperluan rumah tangga pegawai pemerintah, Pag-IBIG Housing Fund. Sedangkan tukang kebun istana bernama Armando Macapagal ditunjuk sebagai deputi administrasi di kompleks monumen bersejarah Filipina, Luneta Park.

Menurut pemberitaan media lokal, Capron akan akan mendapat gaji bulanan sekitar 130 ribu peso (sekitar US$2.900), dua kali lipat gaji presiden sendiri. Namun istana tidak membenarkan atau menyangkal kabar tersebut.

Kabar mengenai penunjukan dua staf istana tersebut pertama kali diangkat oleh kolumnis Philippine Star, Jarius Bondoc. "Perawat kebun Macapagal memang bisa merawat halaman istana, tetapi dia tidak mengelola orang. Carpon tidak diketahui bisa menjadi pakar keuangan untuk mengawasi miliaran peso uang untuk pegawai. Wanita dengan nama panggilan Nitz tersebut sering dimarahi Arroyo karena keliru memadukan sepatu dengan tas yang akan dipakai presiden," tulis Bondoc dalam tulisannya.

Macapagal juga dituduh mendapat jabatan administratif karena diduga memiliki hubungan kekerabatan dengan Arroyo. "Presiden Arroyo adalah orang terakhir yang bisa kita tuduh melakukan nepotisme," kata Olivar merujuk pada putri Arroyo, Luli, yang mendiskualifikasi dirinya sendiri meski lolos ujian Departemen Luar Negeri. Olivar juga merujuk pada kasus pembantaian massal di Maguindanao yang melibatkan keluarga Ampatuan, sekutu Arroyo

Foto/Video/Audio

0 komentar para sahabat:

Poskan Komentar

Saya akan selalu menerima komentar, kritik, dan saran anda, jika anda berkomentar tampa PORN serta SPAM dan jangan pernah meninggalkan link pada kotak komentar.
Terimakasih atas partisipasi anda.
Jangan Lupa Follow Blog ini!!!

Entri Populer

 
Copyright 2010 InformanZ