Sitemap

0

Kelemahan Situs Pertemanan "Facebook"

ILLIYAN Minggu, 18 April 2010 , ,
Situs pertemanan di dunia maya sudah dikenal sejak dulu. Pertama kali yang cukup fenomena yakni friendster. Pada waktu itu, banyak kaum muda ramai-ramai membuat account di situs pertemanan tersebut sehingga dalam waktu yang relatif singkat menjadi terkenal. Tetapi seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi beberapa tahun kemudian muncullah situs pertemanan yang lebih baik dari situs pertemanan sebelumnya, yakni facebook. Dampak semakin berkembangnya facebook adalah ditinggalkannya friendster oleh sebagian besar penggunanya. Dan sekarang muncul twitter sebagai saingan dari dari facebook dan banyak lagi situs pertemanan yang membayar membernya jika bersedia bergabung di dalamnya. Mungkin teman-teman khususnya yang bergelut di dunia bisnis online telah mengetahui apa saja situs pertemanan yang membayar penggunanya jika bergabung di dalamnya.
Sebenarnya situs pertemanan itu bagus jika digunakan sebagaimana mestinya. Menurutku situs pertemanan itu bertujuan untuk mencari teman-teman sewaktu masih kecil, sekolah, atau kuliah yang dipisahkan oleh jarak dan waktu. Tetapi situs pertemanan ini bisa menjadi momok yang menakutkan buat para penggunanya seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Selain itu, status di pertemanan bisa menjadi bahan pertimbangan buat sebuah perusahaan jika akan menerima seorang karyawan. Jadi saranku hanyalah gunakan situs pertemanan ini sebagaimana mestinya dan usahakan buat status dengan menggunakan bahasa yang sopan. Hal ini akan menjadi pertimbangan ketika ketika kita akan melamar bekerja di suatu perusahaan. Apakah teman-teman memiliki account di semua situs pertemanan baik yang gratis atau yang membayar membernya??


KELEMAHAN FACEBOOK 
Facebook yang selama ini diangap memberikan inspirasi, menjalin persahabatan dan menemukan teman-teman lama dan menjalin pertemanan baru menyimpan sedikit kelemahan. Koq bisa?
Iya neh, awalnya seneng banget punya teman dari beberapa daerah apalagi dari daerah asal. Aku berusaha obrak-abrik group-group dari daerah asalku. Kupelototin satu persatu foto-foto membernya, siapa tau ada yang kenal, atau ada yang mau diajak kenalan (pungguk merindukan bulan nih). Apalagi lihat member kaum hawa, bawaannya selalu cari yang cakep, naluri lelaki memang cepat sangat bekerja…
Mulailah jari ini rajin mencetin add as friend, begitulah seterusnya… Hari ke hari, minggu ke minggu usaha sedikit membuahkan hasil. Semuanya balik mengconfirm. Artinya mereka setuju kalau aku menjadi teman mereka. Info pun segera dipretelin. Berapa umurnya, statusnya, dan isi hatinya (gila! mana bisa). Selanjutnya ya menunggu lampu ijo di sudut kanan bawah.
Lampu kuning dan merah kemana?
Lampu merah biasanya nyala kalo udah offline, sedangkan lampu kuning kayaknya udah meledak tuh. Gak pernah muncul.
Begitu lampu ijo misi pun dijalankan, mulai mengajak berkenalan, nanya ini itu sampe nanya-nanya nama kucingnya segala (wew, basi kalee). Yah lumayanlah, itung-itung melatih dan menanamkan kepercayaan diri untuk berhadapan dan berbicara dengan orang lain. (padahal yang dihadepin mah layar doank)
Sayang… (bacanya pake intonasi host Silet), facebook yang selama ini digadang-gadang mencederai perasaanku. Diriku seperti kalelawar yang susah belok kanan waktu keluar dari goa.
Waktu melihat online friends ada beberapa tuh yang ijo, tapi sengaja dipilih yang nona-nona, mulailah melancarkan jurus kunyuk melempar buah. Gak taunya malah dibalas pake jurus kunyuk dilempar sampah. Si nona yang ditegur eh… malah ngaku pacar si nona. Awalnya sih gak percaya.
Sebagai orang pintar (:) katanya orang pintar selalu mencari fakta dahulu sebelum beraksi) aku cari tau statusnya, tertulis disitu married t0 …. Wah, jangan-jangan nih beneran calon suaminya.
Selanjutnya (gak) bisa ditebak, dianya merepet-merepet. Dibilangnya aku ini mau menggoda pacar yang juga calon istrinya. Wuihhh… cowok sialan ini sok kepedean, emang pacarnya itu Luna Maya apa!! Lagian kan belum dikawinin dan belum dilamar. Dasar kampret bener nih cowok. Biar skornya satu sama, kupanasin aja dia. Ku bilang kalo manusia hanya bisa berencana, Tuhan lah yang menentukan. Wah berhasil, dianya tambah error kalo aku dianggap ingin merusak hubungan dia dengan pacarnya.
Begitulah kesalahpahaman yang terjadi di dunia pesbuk dan itulah salah satu kelemahan fesbuk. Yaitu, menggunakan sarana chat pada fesbuk telah membuatku menjadi tertuduh : merusak hubungan orang. Gile…
Klik offline aja lah…

0 komentar para sahabat:

Poskan Komentar

Saya akan selalu menerima komentar, kritik, dan saran anda, jika anda berkomentar tampa PORN serta SPAM dan jangan pernah meninggalkan link pada kotak komentar.
Terimakasih atas partisipasi anda.
Jangan Lupa Follow Blog ini!!!

Entri Populer

 
Copyright 2010 InformanZ